Mengapa Usaha Kecil Sangat Rentan terhadap Serangan Cyber?

pixabay

Cyber-Attaks – Serangan siber dan pelanggaran data menjadi lebih umum daripada sebelumnya. Anda pasti pernah membaca kasus peretasan perusahaan besar seperti JPMorgan, SONY, eBay, dan Home Depot di berita. Tetapi peretas sekarang menyebabkan kerusakan besar pada bisnis kecil.

Anda mungkin berpikir bahwa bisnis besar adalah target favorit para peretas. Namun, tidak demikian. Peretas adalah orang pintar, dan mereka menargetkan bisnis kecil karena alasan yang jelas.

Bisnis dengan pendapatan di bawah $10 juta rentan terhadap serangan siber dan peretasan. Penjahat dunia maya tahu bahwa perusahaan kecil umumnya kurang memperhatikan atau kekurangan sumber daya untuk melindungi dari serangan dunia maya. Ini membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi peretas.

Untungnya, banyak hal berubah, dan usaha kecil mulai lebih memperhatikan keamanan siber mereka. Namun demikian, jika Anda tertarik untuk mengetahui mengapa peretas ingin menyerang usaha kecil, Anda harus membaca artikel ini.

Baca Juga : Bagaimana Memulai Bisnis Yang Unik

Alasan Utama Mengapa Usaha Kecil Lebih Rentan Terhadap Serangan Cyber

Ada beberapa alasan jelas mengapa peretas ingin menargetkan usaha kecil daripada perusahaan besar. Kami di sini untuk membahas alasan utama mengapa perusahaan kecil lebih rentan terhadap serangan cyber.

1. Kurangnya Tindakan Keamanan

Salah satu alasan yang paling jelas adalah tidak adanya sistem keamanan yang kuat terhadap ancaman dunia maya. Tidak seperti perusahaan besar, usaha kecil tidak terlalu memperhatikan keamanan online mereka. Ini mungkin terdengar aneh, tetapi itu benar.

Menurut McAfee, sekitar 90% dari usaha kecil dan menengah di AS tidak memiliki langkah-langkah keamanan untuk menghentikan serangan cyber.

Mari kita hadapi itu; keamanan siber adalah urusan yang mahal. Dalam banyak kasus, usaha kecil tidak memiliki jumlah yang dibutuhkan untuk memelihara sistem keamanan siber. Namun, sayangnya, inilah yang dimanfaatkan para peretas.

2. Tidak Ada Tim Keamanan Siber Profesional

Tim keamanan TI hampir tidak ada untuk bisnis kecil. Itu karena perusahaan tidak memiliki cukup uang untuk mendukung seluruh tim profesional. Sayangnya, ini berarti mereka tidak bisa mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan. Akibatnya, mereka dibiarkan tidak terlindungi dan rentan terhadap ancaman dunia maya.

Bahkan jika sebuah usaha kecil memiliki semacam tindakan keamanan siber, biasanya dikelola oleh 2 hingga 3 orang. Dalam kebanyakan kasus, orang-orang ini tidak berpengalaman atau kurang memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan itu. Karena kurangnya modal, usaha kecil tidak mampu mempekerjakan seluruh tim profesional keamanan siber. Inilah alasan mengapa mereka tidak dapat memiliki sistem keamanan siber yang kuat untuk menjauhkan para peretas.

3. Risiko Rendah, Hadiah Tinggi

Dalam banyak kasus, usaha kecil tidak memiliki sarana untuk mendeteksi serangan atau melacak pelakunya. Jadi, bahkan ketika informasi dan uang dicuri dari pemilik bisnis, mereka tidak dapat melacak peretas. Ini secara otomatis membuat mereka menjadi target yang mudah dan aman.

Alasan lain adalah bahwa usaha kecil jarang melaporkan insiden semacam itu kepada pihak berwenang. Itu karena pemiliknya tahu mereka tidak akan mendapatkan apa-apa darinya. Untuk semua alasan ini, peretas menemukan bisnis kecil sebagai target sempurna untuk memenuhi keuntungan egois mereka.

4. Usaha Kecil Jangan Mengambil Ancaman dengan Serius

Ya, Anda membacanya dengan benar! Sebagian besar bisnis kecil tidak menganggap serius ancaman dunia maya. Itu karena mereka percaya hal seperti itu tidak akan pernah terjadi pada mereka. Masalah dengan perusahaan kecil adalah mereka tidak menganggap diri mereka cukup besar untuk diretas. Pemikiran mereka ini adalah salah satu alasan utama mengapa mereka diserang.

Peretas dan penjahat dunia maya suka menargetkan bisnis kecil karena mereka tahu bahwa mereka tidak mengharapkan serangan. Plus, mereka bahkan tidak siap untuk menghindari serangan cyber. Untuk menghentikan hal ini terjadi, pemilik bisnis perlu menangani keamanan siber dengan serius.

5. Gerbang ke Perusahaan Besar

Di zaman sekarang ini, satu bisnis terhubung dengan bisnis lainnya. Penjahat dunia maya tahu bahwa meretas perusahaan besar tidak mudah. Itu karena mereka memiliki sistem keamanan siber yang kuat dan canggih.

Di sisi lain, banyak usaha kecil terhubung secara digital ke sistem TI perusahaan besar. Ini memberikan terobosan bagi peretas untuk masuk ke sistem bisnis yang lebih besar. Mereka menggunakan perusahaan kecil untuk mencapai database perusahaan yang lebih besar. Saat mereka menemukan kekurangan pada sistem keamanan perusahaan, mereka menyerang. Dalam hal ini, usaha kecil dapat mengalami kerusakan berat baik dari segi keuangan maupun reputasi.

6. Usaha Kecil Rentan terhadap Permintaan Tebusan

Ketika datang ke ancaman dunia maya, usaha kecil selalu dalam keadaan rentan. Hanya dibutuhkan permintaan tebusan bagi peretas untuk menghancurkan bisnis kecil dalam semalam. Dengan bisnis mereka yang dipertaruhkan, pemilik bisnis berpikir mereka tidak punya pilihan lain selain menyerah pada permintaan mereka.

Sejujurnya, usaha kecil tidak bisa menyalahkan siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Mereka tidak menganggap serius ancaman dunia maya, dan inilah mengapa mereka berakhir dalam situasi seperti itu. Mereka harus memiliki sistem keamanan yang tepat dengan karyawan terlatih untuk menanganinya. Usaha kecil harus mempekerjakan profesional dengan CEH karena mereka adalah orang yang memenuhi syarat untuk menangani serangan cyber. Pada saat yang sama, mereka juga harus mendidik staf mereka tentang potensi risiko dan ancaman di dunia maya.

7. Usaha Kecil Lebih Terekspos

Bisnis besar memiliki dana dan profesional untuk mengelola sistem keamanan siber mereka. Tapi ini tidak sama untuk usaha kecil karena mereka memiliki lebih sedikit dana untuk membiayai sistem keamanan yang kuat. Inilah sebabnya mengapa mereka lebih rentan terhadap ancaman dan serangan dunia maya.

Alih-alih menerapkan sistem keamanan untuk melindungi database mereka, mereka mengandalkan pengetahuan staf mereka. Menurut laporan, sekitar 71% pelanggaran keamanan terjadi karena usaha kecil kurang memperhatikan keamanan siber mereka.

8. Mereka Memiliki Data yang Lebih Sensitif

Peretas memahami nilai data. Mereka meretas situs web perusahaan sebagian besar untuk mencuri informasi dari database mereka. Ini cukup untuk menarik peretas dan penjahat dunia maya.

Bisnis kecil yang khas akan menyimpan detail pribadi karyawannya, nomor kartu kredit, dan catatan keuangan lainnya. Jenis informasi ini sangat sensitif dan sangat diminati. Peretas mencuri informasi semacam itu dan menjualnya di pasar gelap untuk mendapatkan pendapatan besar bagi diri mereka sendiri.

9. Mereka Lebih Rentan terhadap Serangan Phishing

Masalah lain dengan usaha kecil adalah bahwa mereka rentan terhadap taktik phishing. Ini adalah upaya yang dilakukan oleh peretas untuk mencuri kredensial dengan menyamar sebagai seseorang yang bukan mereka. Mereka biasanya menyalin identitas seseorang yang memiliki otoritas. Misalnya, teknisi TI, organisasi, atau vendor dapat mengakses jaringan internal. Ini mempersulit bisnis untuk melacak aktivitas peretasan.

Untuk menghindari hal seperti itu terjadi, usaha kecil perlu lebih memperhatikan keamanan siber mereka. Yang mereka butuhkan hanyalah sistem keamanan yang kuat dengan staf terlatih untuk menanganinya. Pada saat yang sama, mereka juga harus memutakhirkan sistem mereka secara teratur untuk mengetahui kerentanan apa pun.

Serangan siber dan peretasan menimbulkan bahaya besar bagi bisnis kecil. Untuk menjaga keamanan database mereka, mereka harus menerapkan sistem keamanan yang kuat. Dengan demikian, mereka dapat menghentikan peretas mencuri data berharga. Usaha kecil menjadi sasaran empuk karena alasan yang disebutkan di atas. Pemilik bisnis perlu mengatasi semua masalah ini untuk menyelamatkan bisnis mereka dari tangan peretas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*